Selasa, 24 November 2015 11:24 WIB
WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Ilustrasi
TRIBUNNEWS.COM -- Budidaya tanaman hidroponik
semakin diminati masyarakat di wilayah perkotaan. Tren ini muncul
seiring semakin tingginya kesadaran masyarakat menjalankan pola hidup
sehat dengan mengonsumsi sayuran dan buah yang higienis. Kondisi ini
membuat tanaman hidroponik laris di pasaran. Pelaku usaha tanaman hidroponik .
Semakin tingginya kesadaran masyarakat di Indonesia untuk melakukan pola hidup sehat, kebutuhan terhadap makanan yang higienis dan berkualitas kian meningkat.
Salah satu cara masyarakat untuk menjalankan pola hidup sehat adalah membudidayakan tanaman sayuran atau buah hidroponik. Hidroponik adalah budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa media tanah.
Belakangan ini, tren budidaya hidroponik semakin digemari masyarakat, terutama di wilayah perkotaan. Tren ini muncul sejalan dengan semakin sempitnya lahan pertanian di perkotaan.
Alhasil, banyak masyarakat yang memanfaatkan lahan pekarangannya untuk membudidayakan tanaman hidroponik. Apalagi, hasil budidaya tanaman hidroponik memiliki nilai ekonomis.
Salah satu pelaku usaha yang mencoba peruntungan dari bisnis tanaman hidroponik adalah Evita Putri, pemilik Pelangi Flora asal Magetan, Jawa Timur. Pelangi Flora berdiri sejak 2012. Evita menjual berbagai bibit tanaman hidroponik, peralatan dan medianya.
Menurut Evita, sejalan dengan tingginya tren hidup sehat, mendorong minat masyarakat kota menanam sendiri bahan makanan sehari-hari. Dia bilang, saat ini, kebutuhan bahan makanan dari tanaman hidroponik makin meningkat.
Semakin tingginya kesadaran masyarakat di Indonesia untuk melakukan pola hidup sehat, kebutuhan terhadap makanan yang higienis dan berkualitas kian meningkat.
Salah satu cara masyarakat untuk menjalankan pola hidup sehat adalah membudidayakan tanaman sayuran atau buah hidroponik. Hidroponik adalah budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa media tanah.
Belakangan ini, tren budidaya hidroponik semakin digemari masyarakat, terutama di wilayah perkotaan. Tren ini muncul sejalan dengan semakin sempitnya lahan pertanian di perkotaan.
Alhasil, banyak masyarakat yang memanfaatkan lahan pekarangannya untuk membudidayakan tanaman hidroponik. Apalagi, hasil budidaya tanaman hidroponik memiliki nilai ekonomis.
Salah satu pelaku usaha yang mencoba peruntungan dari bisnis tanaman hidroponik adalah Evita Putri, pemilik Pelangi Flora asal Magetan, Jawa Timur. Pelangi Flora berdiri sejak 2012. Evita menjual berbagai bibit tanaman hidroponik, peralatan dan medianya.
Menurut Evita, sejalan dengan tingginya tren hidup sehat, mendorong minat masyarakat kota menanam sendiri bahan makanan sehari-hari. Dia bilang, saat ini, kebutuhan bahan makanan dari tanaman hidroponik makin meningkat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar